Keuntungan Mencetak Buku di Percetakan Digital Bagi Penulis Indie

Keuntungan Mencetak Buku di Percetakan Digital Bagi Penulis Indie


Tya Widianingsih | 06 Jul 2020 | 1190
Sejak awal tahun 2000-an mulai muncul apa yang disebut self publishing melalui layanan print on demand yang disajikan oleh percetakan. Penulis indie mulai mencoba peruntungannya dengan mencetak dan menerbitkan buku sendiri, tanpa bantuan penerbit mayor. Sekarang, proses mencetak buku bagi penulis indie menjadi jauh lebih mudah dengan adanya bantuan teknologi.
 
Jika dulu penulis indie harus mencari sendiri percetakan yang cocok dan menghitung sendiri kalkulasi harga. Sekarang, cara tersebut sudah tidak lagi relevan. Hanya dalam satu platform online, para penulis bisa menjangkau percetakan digital dan menerbitkan buku dengan mudah.
 
Berikut ini 7 keuntungan mencetak buku di percetakan digital secara online bagi penulis indie:
 

1. Tidak Perlu Melalui Birokrasi Penerbit

Penerbit sudah memiliki alur birokrasi tersendiri untuk bisa menerbitkan buku. Tujuan penerbit adalah untuk memperoleh buku yang berkualitas dan mampu memberikan pemasukan finansial yang bagus bagi buku yang diterbitkannya. Akan tetapi, birokrasi yang panjang kerapkali menjadi penghalang bagi para penulis baru yang belum pernah berhubungan dengan penerbit.
 
Adanya review atau pemeriksaan naskah yang dilakukan penerbit terkadang memakan waktu sampai lebih dari 3 bulan. Hal ini tentu tidak dikehendaki bagi para penulis yan ingin bukunya segera publish. Dengan sistem self publishing dengan mencetak di platform percetakan digital, maka lamanya waktu bisa dipersingkat sesuai keinginan penulis.
 
Baca Juga: PrintQoe Gandeng APPTI Selenggarakan Webinar Edukatif "Strategi Percetakan Universitas Menghadapi New Normal

 

2. Pendapatan Sesuai Keinginan

Penerbit memiliki patokan harga buku sesuai dengan hasil survey kelayakan terhadap isu buku yang diterbitkan. Penulis tidak memiliki hak menentukan harga jual buku di pasaran. Untuk buku dengan sistem penjualan putus, dihargai sekitar 1,5 sampai 4 juta Rupiah dengan proses seleksi yang cukup ketat. Kemudian untuk sistem royalty, biasanya penerbit memberikan 10% dari nilai jual buku. Bagi para penulis best seller sekalipun jarang sekali mendapatkan royalty di atas 15% atas penjualan setiap bukunya.
 
Sementara itu, jika Kamu menerbitkan buku secara indie di percetakan digital online, maka laba atau untung yang didapatkan bisa menjadi milik penulis spenuhnya. Tentu setelah dikurangi biaya cetak ya. Selain itu, penulis bisa menentukan harga jualnya sendiri jika mencetak sendiri atau sistem self publishing.
 

3. Automatic Price Calculation

Saat akan menerbitkan sebuah buku, khususnya self publishing, budget seringkali menjadi hambatan. Para penulis indie biasaynya tidak bisa mengetahui secara pasti berapa biaya cetak yang harus dikeluarkan untuk mencetak satu buku dengan jumlah halaman, pilihan material dan finishing yang diinginkan. Lalu apakah jika ingn mencetak banyak, harga yang dikeluarkan biasa menjadi lebih murah. Pertanyaan-pertanyaan dasar seperti ini kerap mengganjal dan membutuhkan waktu untuk mencari tahu.
 
Sekarang, hal seperti itu bukan lagi menjadi soal. Kamu bisa lho langsung mengetahui harga cetak buku hanya dengan mengupload file karyamu (mulai dari isi, desain sampul dan pilihan kertas, cover serta pilihan finishing lainnya). Kalkulasi harga akan langsung muncul tanpa waktu lama sesuai jumlah buku yang ingin dicetak.
 
Dengan fitur kalkulasi harga ini, Kamu bisa  menyiapkan atau menyesuaikan budget yang ada dengan meng-improve cetakanmu bukumu. Bagaimana, percetakan online untuk self publishing saat ini cukup menarik bukan?
 
Baca Juga: Self Publishing, Siapapun Bisa Menjadi Penulis dan Menerbitkan Buku

 

4. Menentukan Tampilan Sesuai Selera (Varied of Material)

Penerbit biasnya memiliki hak untuk menentukan desan dan tampilan buku. Penulis hanya diberikan hak menulis isi buku atau karya di dalamnya, seperti ilustrasi. Namun, untuk urusan desain sampul atau cover buku penerbit bertanggung jawab sendiri dan menyerahkannya kepad tim desain mereka. Tidak hanya desain saja, bahkan pilihan material buku seperti kertas, jenis cover dan binding pihak penerbitanlah yang menentukan.
 
Jika menerbitkan buku sendiri di percetakan digital (self publishing), penulis bisa menorehkan karya desain cover sendiri atau bekerjasama dengan desainer/illustrator yang diinginkan. Dengan buku, bukumu akan semakin terasa sangat personal, karena sesuai selera pribadi penulisnya.
 

5. Tidak Perlu Stok Buku Banyak (Print On Demand)

Mencetak buku sendiri (self publishing),  penulis tidak perlu men-stok banyak buku. Dengan sistem print on demand, penulis bisa melakukan pre order, alias baru mencetak saat mendapatkan pesanan dari pembaca. Cara ini dianggap efektif untuk penulis baru yang belum mendapatkan pasar.
 

6. Personalized Customization

Di PrintQoecom , para penulis indie dapat mencetak buku mereka secara personal untuk setiap pemesan atau pembaca. Dengan teknologi digital yang memiliki fitur print variable data, kami dapat mencetak dengan kustomisasi yang berbeda di tiap halamannya. Misalnya, di setiap halaman pertama, penulis ingin mencantumkan nama pembaca. Sehingga buku yang diterima akan terasa lebih intens dan bermakna bagi penerimanya.
 

7. Distribusi Langsung oleh Percetakan

Percetakan digital online pertamadi Indonesia, PrintQoe.com memiliki titik layan yang tersebar di seluruh kota besar Indonesia yang akan mempercepat waktu pengiriman cetakan buku ke tempat tujuan/ pemesan buku. PrintQoe.com akan mencetak buku egera setelah mendapatkan pesanan di titik layanan terdekat dari lokasi yang dituju sehingga tidak perlu menunggu lama.
 
Keuntungan ini bisa menjadi solusi bagi para penulis indie  yang ingin menghemat biaya cetak buku dan distribusi. Banyaknya kebutuhan cetakan dan lokasi yang dituju dibanyak tempat tentunya menjadikan beban biaya distribusi yang akan melambung tinggi. Dengan PrintQoe.com penulis indie bisa menghemat lebih dari 70% biaya distribusi  sehingga total biaya yang dibebankan jauh lebih efisien.