Plastik Biodegradable, Fakta dan Mitosnya

Plastik Biodegradable, Fakta dan Mitosnya


Tya Widianingsih | 29 Aug 2021 | 287

 

Plastik merupakan material yang hampir selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Material plastik dipilih karena mudah ditemukan, ringan, tahan terhadap air, kuat, dan juga murah. Sayangnya, penggunaan plastik sekali pakai memberikan dampak buruk terhadap lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai. Hal inilah yang membuat beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.
 
Untungnya saat ini telah hadir inovasi baru karya anak bangsa, yakni plastik biodegradable atau telo bag. Plastik ini terbuat dari kolagen, selulosa, protein, chitosan, dan juga lipid yang berasal dari ekstraksi tanaman dan hewan. Telo bag sendiri terbuat dari ekstraksi singkong yang diolah menjadi plastik dengan menggunakan teknologi digital printing.
 
 
Baca Juga: 6 Alasan Kamu Wajib Beralih ke Kantong Ramah Linfkungan
 

Fakta dan Mitos Plastik Biodegradable atau Telo Bag

Meski di beberapa Negara, telo bag sudah digunakan untuk mengganti peran plastik konvensional, namun di Indonesia kehadiran plastik biodegradable ini masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan telo bag masih terbatas pada beberapa sektor saja. Agar Anda lebih mengenal tentang plastik biodegradable, berikut adalah fakta dan mitos plastik yang sering beredar di masyarakat.
 

1. Bisa Menjadi Makanan Ternak dan Pupuk

Bahan utama pembuatan plastik biodegradable yang menggunakan tumbuhan membuat plastik ini kerap digunakan sebagai makanan ternak dan juga pupuk. Namun, tentu bukan plastiknya yang menjadi makanan ternak, melainkan hasil dari dekomposisi bahan tersebut.
 

2. Menahan Bau Tidak Sedap

Seperti yang kita tahu, kebanyakan plastik konvensional memiliki bau yang cukup mengganggu dan menyengat. Berbeda halnya dengan plastik biodegradable yang justru dapat menahan bau tidak sedap karena terbuat dari bahan yang ramah lingkungan serta mengandung Oxygen Transmission Rate (OTR).
 

3. Tidak Mudah Meleleh

Telo bag juga dapat memiliki ketahanan terhadap panas yang lebih baik daripada plastik konvensional sehingga sangat aman digunakan sebagai pembungkus makanan yang memiliki suhu tinggi. 
 

4. Mudah Terurai oleh Mikroorganisme Tanah

Plastik memang menjadi permasalahan utama yang masih belum dapat diselesaikan oleh pemerintah. Hal ini karena plastik konvensional memiliki sifat yang sulit terurai sehingga dapat menimbulkan timbunan sampah, terutama pada penggunaan plastik sekali pakai.
 
Dengan adanya telo bag berbasis digital printing ini, maka dapat mengurangi timbunan sampah karena mudah terurai oleh mikroorganisme tanah. Bahkan waktu penguraiannya juga jauh lebih cepat dibanding plastik konvensional.
 

5. Tidak Mengandung Zat Berbahaya yang Dapat Mencemari Lingkungan

Plastik konvensional yang material utamanya menggunakan bahan bakar fosil tentu memiliki kandungan berbahaya yang dapat mencemarkan lingkungan serta akan menambah masalah yang disebabkan oleh penggunaan kantong plastik. Berbeda halnya dengan telo bag yang terbuat dari bahan organik, seperti Bisphenol A dan Styrene Tremer yang tidak akan mencemari lingkungan.
 

6. Mengurangi Volume Sampah Kota

Penggunaan plastik sekali pakai di kota-kota besar tentu menjadi penyebab utama timbunan sampah yang menumpuk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penggunaan telo bag dapat membantu untuk mengurangi volume sampah kota karena lebih mudah terurai.  Jadi, permasalahan terkait sampah plastik lebih dapat diminimalisir.
 
 
Baca Juga: Gerakan Kurangi Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari
 

7. Mengurangi Permintaan Bahan Bakar Fosil

Plastik konvensional yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari memang terbuat dari bahan bakar fosil. Hal inilah yang membuat permintaan bahan bakar fosil meningkat drastis. Padahal sebenarnya kita bisa menggunakan plastik biodegradable untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan tentunya mengandung zat yang lebih aman.
 
 
Demikian penjelasan tentang mitos dan fakta seputar plastik biodegradable yang dapat Anda ketahui. Setelah menyimak penjelasan tersebut, apakah Anda tertarik untuk beralih menggunakan plastik biodegradable?