PrintQoe.com Gandeng APPTI Selenggarakan Webinar Edukatif "Strategi Percetakan Universitas Menghadapi New Normal"

PrintQoe.com Gandeng APPTI Selenggarakan Webinar Edukatif "Strategi Percetakan Universitas Menghadapi New Normal"


Tya Widianingsih | 03 Jul 2020 | 1156

PrintQoe.com menekankan kembali kepemimpinannya sebagai layanan online printing Business to Business (B2B) dan Business to Government (B2G) pertama di Indonesia dengan menggandeng APPTI (Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia) menyelenggarakan Webinar Edukatif bagi Penerbit perrcetakan Universitas di seluruh Indonesia.


Indonesia memiliki  lebih dari 4.500 perguruan tinggi, baik swasta dan negeri. Dari jumlah tersebut, Diantaranya memiliki  penerbitan  yang dikelola oleh universitas bernama University Press. Dalam pererkembangan pengelolaan, tentu dibutuhkan strategi penguatan manajemen yang kuat, mulai  dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) hingga kolaborasi antar lini bisnis, -khususnya bidang press dan printing agar dapat melejit sukses.


Sebelumnya, APPTI (Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia) dan PrintQoe.com (Business Unit PT Astragraphia Xprins Indonesia) telah menyelengarakan Webinar Edukatif pertama pada 20 Mei 2020 dengan tema “Persiapan Penerbit dan Percetakan Perguruan Tinggi Menghadapi New Normal”. Antusiasme yang tinggi dan respon positif peserta, kami jawab dengan melanjutkan kembali kolaborasi berikutnya   melalui Webinar Edukatif lanjutan dengan materi yang lebih mendalam.


Webinar Edukatif yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2020 ini mengangkat tema “Strategi Penerbit dalam Menghadapi New Normal” dengan menghadirkan 5 pembicara dari berbagai latar belakang  untuk membawakan berbagai topik menarik. Antara lain,  Randy Anthony (COO Republik Media Kreatif)  dengan topik “Perluasan Pangsa Pasar dengan E-book”, Fajar Adi Pratama (Head Digital Marketing Astra Digital) membahas tentang “Optimalisasi Jangkauan Pasar dengan Strategi Digital Marketing”, Agus Muhardi (CEO Oke Print) mengenai “Diversifikasi Produk Melalui Ekspansi Aplikasi Cetak”, Adi Vidyanto (COO PrintQoe.com) sharing tentang “Percepatan Bisnis Melalui Kolaborasi Kreatif”, dan Aribowo (Ketua Airlangga University Press) dengan subyek “Cerita Sukses University Press”.


Menjawab tantangan modernisasi bisnis penerbitan dan percetakan sekaligus merespon kondisi pandemi yang berimbas terhadap aktifitas perkuliahan di universitas, sudah saatnya bagi University Press untuk bertransformasi ke dalam platform digital untuk mengatasi lanskap bisnis yang hterus berubah.


University Press perlu mengikuti perkembangan kecepatan teknologi yang berfokus pada hasil melalui , inovasi, dan peningkatan berkelanjutan, sehingga dapat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar dan perkembangan  buku yang terintergrasi dengan teknologi (e-book dengan sistem audio dan video) atau buku cetak dengan Augmented Reality, serta menjangkau pasar lebih luas dengan pengalokasian waktu dan biaya yang lebih efisien.


Selain itu, PrintQoe bersama University Press untuk akan terus berkolaborasi agar memudahkan dan mempercepat proses integrasi para penerbit universitas melalui platform digital dan teknologi mesin cetak digital secara  bersamaan. Dengan demikian, University Press akan lebih mudah berkembang dan memberikan impact signifikan terhadap pendidikan di Indonesia.